Nasi Jinggo, selera khas Bali

Dunia malam di kota besar di Pulau Bali; seringkali di beberapa sudut kota kita melihat orang-orang duduk bergerombol di belakang pedagang nasi bungkus daun pisang yang diletakkan dalam beberapa keranjang bambu. Pembeli duduk lesehan atau sekedar membeli beberapa bungkus untuk dibawa pulang. Nasi bungkus daun pisang itu menarik perhatian. Dengan harga bervariasi antara 8000-10.000 rupiah per bungkusnya.




Nasi Jinggo itu adalah nama yang diberikan untuk nasi bungkus tersebut. Tidak banyak yang tahu darimana asal-usul nama Nasi Jinggo tersebut. Beberapa orang mengatakan karena pada waktu itu lagi jamannya film Jango sehingga diplesetkan menjadi Jinggo.

Pada awalnya Nasi Jinggo ini lebih diutamakan sebagai pengganjal perut sebelum makan besar, biasanya di pagi hari untuk sarapan, atau di malam hari. Nasi Jinggo ini sendiri di beberapa tempat memiliki kesamaan seperti di Solo mungkin mendekati Nasi Kucing. Tiap bungkus berisikan sedikit nasi dengan beberapa lauk sederhana seperti kering tempe, be sisit (suwir), mie goreng kering, dan yang wajib ada adalah sambel lalah / sambel pedas. Nilai lebih dari nasi ini justru terletak pada sambelnya yang menambah selera.

Nasi Jinggo
Nasi Jinggo. Credit: Yandi WB
Tidak ada aturan baku tentang isi dari Nasi Jinggo selain kemasannya yang berisikan porsi minimalis. Dengan porsi minimalis, secara strategi marketing pun, Nasi Jinggo memberikan keuntungan lebih bagi penjualnya. Bagaimana tidak, dengan porsi kecil, tak sedikit konsumen yang membeli hingga 4 bungkus untuk sekali makan.

Jika Anda ke Bali, tak ada salahnya mencicipi kenikmatan Nasi Jinggo yang pedas lezat ini. Di sepanjang jalan Sulawesi, Setiabudi, dan di berbagai sudut kota;  jika malam telah tiba, Anda akan sangat mudah menemui penjual Nasi Jinggo. Tidak perlu antri, karena nasi sudah terbungkus dengan rapi dalam daun pisang yang semakin menambah aroma dan kenikmatannya.

Dalam perjalanannya Nasi Jinggo semakin banyak peminatnya dan dikreasikan tersendiri. Bahkan beberapa hotel berbintang pun dalam event tertentu menyediakan menu Nasi Jinggo sebagai salah satu menu andalannya.

Memang Nasi Jinggo ini sangat nikmat, apalagi jika disantap sambil berbincang ringan di pinggir jalan ketika malam menjelang sambil menikmati suasana kota.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Nasi Jinggo, selera khas Bali"